Friday, July 22, 2011

Splice

Mungkin, anda bakal takjub menonton makhluk ciptaan eksperimen alias monster di film fiksi ilmiah ini. Namun sehebat-hebatnya manusia membuat makhluk rekayasa, ternyata ciptaannya tersebut lebih banyak membuat malapetaka apalagi jika itu menyangkut persoalan keselamatan umat manusia. Film yang sedikit berbau horor ini justru menyampaikan pesan moral bahwa kodrat penciptaan bukanlah haknya manusia. Seperti kebanyakan kisah film bergenre serupa, seperti Jaws, The Fly, Species, Jurasic Park, atau Resident Evil, semuanya yang terjadi didalamnya menimbulkan malapetaka dan masalah buat manusia. Namun, itulah ditunggu-tunggu para penikmat film sci-fiksi ini yang membuat para penonton menjadi penuh rasa penasaran dan takjub dengan banyaknya adegan-adegan teror yang memikat. Dengan tampilan makluk yang begitu menawan namun dibaliknya tersimpan keganasan, merupakan hasil balutan spesial efek menakjubkan. Film Splice akhirnya sudah sepantasnya di Catalonian Film Festival telah mendapatkan 2 penghargaan terbaik sebagai best film dan kerja tim spesial efek terbaik. Kemampuan akting Adrein Brody yang tak diragukan lagi (pernah bermain dalam film The Thin Red Line, The Pianist, dan King Kong) memang memberi nilai tambah di film berbudget sekitar $US 30 juta ini.
  • Judul Film: SPLICE
  • Genre: Science Fiction
  • Sutradara: Vincenzo Natali
  • Penulis naskah: Vincenzo Natali, Doug Taylor, Antoinette Terry Bryant
  • Produser: Guillermo del Toro, Joel Silver, Marco Weber
  • Pemain: Adrien Brody, Sarah Polley, Delphine Chanéac, David Hewlett
Plot/Cerita:
Seberapa jauh seorang manusia mampu menantang kodratnya sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Inilah yang tengah dijajal sepasang ilmuan ahli genetika, Clive Nicoli dan Elsa Kast yang bereksperimentasi dengan ragam gen makhluk hidup. Mereka tengah menantang dirinya sampai seberapa mampu manusia menciptakan kehidupan baru. Clive (Adrien Brody) dan Elsa (Sarah Polley), dua pasangan kekasih sekaligus dua ilmuwan hebat berhasil membuat terobosan dalam bidang rekayasa genetika dengan menggabungkan DNA dari hewan-hewan berbeda hingga menghasilkan spesies baru. Tidak puas, kali ini mereka mencoba melakukan percobaan illegal dengan DNA manusia dan menggabungkannya dengan DNA binatang untuk mendapatkan spesies baru. Tentu saja, Clive dan Elsa eksperimen ini dilakukan mereka secara diam-diam karena hal ini adalah sesuatu yang ilegal secara hukum dan bertentangan dengan norma. Di luar dugaan, ternyata eksperimen percobaan mereka berhasil. Hasil penggabungan DNA ini menghasilkan seorang bayi perempuan dengan kondisi aneh cacat yang mereka beri nama Dren (Delphine Chanéac). Anehnya, makhluk baru persilangan antara hewan manusia ini tumbuh sangat cepat, hinggal tak beberapa lama tumbuh menjadi seorang wanita cantik bersayap yang awalnya sama sekali tak berbahaya. Namun, Clive dan Elsa awalnya coba mendidiknya secara baik, namun malahan secara tak sengaja mereka malah mengajarkan pengaruh kepada Dreen, suatu yang tak layak dipertontonkan. Dren mulai tertarik secara seksual dengan Clive dan Elsa. Lama kelamaan perilaku Dren mulai tak terkendali. Hingga akhirnya, Dren yang awalnya, seekor makhluk betina yang cantik, tiba-tiba saja ia mulai berubah menjadi makhluk jantan ganas dan agresif, yang bukan hanya mengancam pasangan Clive-Elsa, bahkan bakal mengancam keselamatan umat manusia jika tak dihentikan.

No comments:

Post a Comment

Enter your email address

Jika Sobat menyukai artikel Blog ini, masukan alamat email Sobat untuk mendapatkan posting terbaru dari saya langsung ke email sobat.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Penghasilan Saya Rp 28 Juta/bulan, Modal 105.000, Gabung Sekarang juga!
Mau Sukses Bisnis Online di Internet? Harus tau caranya. Segera gabung disini...

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget