Thursday, May 28, 2015

Mencoba Karier Baru di Usia 27

Apakah usia 27 masih cukup produktif untuk berganti karier? Usia berapakah sebaiknya seorang perempuan sudah menetap di tempat kerjanya? Pertanyaan ini boleh jadi juga muncul dalam benak Anda, lantaran ada dorongan dari dalam diri untuk mencoba kesempatan baru dalam pengembangan diri dan karier.

Donna Turner, Praktisi Sumber Daya Manusia Experd menjelaskan bila Anda memiliki proyeksi jauh ke depan, tidak ada salahnya memperkirakan usia karier aktif sampai dengan 30 atau maksimal 35 tahun. Sebelum akhirnya memutuskan untuk mulai mengurangi ritme kerja sejenak mengurus keluarga.

Namun, setelah lewat usia tersebut, kemungkinannya Anda akan mengalami turbulensi karier, yaitu "kemandekan" karier sampai akhirnya siap fokus berkarier kembali di usia 40 tahun, di mana kondisi rumah tangga, pasangan hidup, juga anak-anak sudah dapat dikelola dengan baik dan lebih matang.

Masih bisa produktifkah perempuan usia 27 untuk berganti karier? Bila dilihat dari siklus kerja, ya. Termasuk jika dilihat dari aspek kesiapan, latar belakang pendidikan, minat area kerja, serta bakat dan keterampilan yang dimiliki. Dengan mempertimbangkan aspek ini, Anda akan lebih mudah melakukan transisi kerja di area kerja baru, dengan tingkat tantangan dinamis dan terkendali.

Misalnya, latar belakang pendidikan Anda adalah komunikasi. Untuk bergeser dari divisi Public Relations (PR) dan Marketing Communication (MarComm), tentunya Anda dapat menelusuri area terkait lain, seperti berkarier di media, lembaga edukasi PR, konsultan PR, bagian PR dan MarComm dari lini bisnis berbeda seperti bekerja sebagai konsultan PR dari tokoh atau institusi tertentu yang kredibel.

Tak kalah penting, perhatikan pula aspek ketertarikan kerja, misalnya bergerak di area artistik (keterampilan inovatif, seni, intuitif, yang memanfaatkan imajinasi dan kreativitas), sosial (memberi informasi, membantu, mencerahkan, membimbing orang lain dengan pemanfaatan kata-kata), enterprising (memengaruhi, mempersuasi, meyakinkan orang lain untuk tujuan organisasi dan tujuan ekonomis). Carilah peluang kerja lain di area ini atau perpaduan ketiganya.

Minta tantangan baruAnda juga bisa berkonsultasi intens dengan psikolog karier untuk melihat peluang karier baru. Kalkulasi lagi aspek apa yang harus dikejar bila ingin meniti karier baru dari awal.

Alternatif lain, mintalah pada atasan proyek baru yang lebih bergengsi, lebih tinggi dari kapasitas saat ini yang bisa membuat Anda tertantang dan bekerja lebih dinamis lagi.

No comments:

Post a Comment

Enter your email address

Jika Sobat menyukai artikel Blog ini, masukan alamat email Sobat untuk mendapatkan posting terbaru dari saya langsung ke email sobat.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Penghasilan Saya Rp 28 Juta/bulan, Modal 105.000, Gabung Sekarang juga!
Mau Sukses Bisnis Online di Internet? Harus tau caranya. Segera gabung disini...

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget